BBPL Mengembangkan Kamus Bergambar Bahasa Lampung
Bandar Lampung, 28 Agustus 2025 — Bahasa daerah merupakan salah satu kekayaan budaya yang patut dilestarikan. Dalam upaya menjaga keberlangsungan bahasa Lampung sekaligus menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap bahasa ibu, Balai Bahasa Provinsi Lampung, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menggelar kegiatan Penyusunan Kamus Bergambar Bahasa Daerah Lampung. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 27–28 Agustus 2025, bertempat di Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh KKLP Perkamusan dan Istilah Balai Bahasa Provinsi Lampung ini diikuti oleh 30 peserta yang meliputi guru bahasa Lampung dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga menengah pertama, serta tim dari Trive Creative Agency sebagai illustrator kamus bergambar ini. Kolaborasi antara para guru bahasa Lampung, illustrator, dan KKLP Perkamusan dan Istilah Balai Bahasa Provinsi Lampung menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa Lampung membutuhkan kerja sama lintas disiplin keilmuan.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana produktif, penuh antusiasme, dan dinamis yang terlihat dari diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Dalam setiap sesi, para peserta tidak hanya mendengarkan paparan dari tim penyusun, tetapi juga aktif berbagi pengalaman dan memberikan saran yang membangun. Mereka diberi ruang untuk menyampaikan masukan yang beragam, mulai dari pemilihan kosakata yang dianggap lebih tepat, usulan padanan visual yang relevan dan mudah dipahami, hingga penekanan pada konteks budaya yang sebaiknya tergambar secara akurat dalam kamus.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Halimi Hadibrata, M.Pd., membuka acara dengan menegaskan pentingnya inovasi dalam pelestarian bahasa daerah. “Kamus bergambar yang sedang kita susun ini bukan sekadar produk dokumentasi bahasa. Lebih dari itu, kami ingin menghadirkan sebuah sarana edukasi yang menyenangkan, terutama bagi generasi muda. Dengan pendekatan visual, kami berharap bahasa Lampung dapat dipelajari dengan cara yang lebih menarik dan lebih dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Ketua KKLP Perkamusan dan Istilah Balai Bahasa Provinsi Lampung, Yulfi Zawarnis, S.Pd., M.Hum., juga menekankan bahwa produk ini dapat menjadi terobosan dalam dunia pendidikan. “Kamus bergambar bahasa daerah Lampung dapat menjadi media pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi siswa. Kami berharap dengan hadirnya kamus ini, para guru dapat lebih mudah mengajarkan kosakata bahasa daerah Lampung kepada siswanya. Visualisasi pada setiap kosakata akan membantu anak-anak memahami makna dan konteks budaya dengan lebih cepat,” jelas Yulfi.
Kamus bergambar bahasa daerah Lampung ini lahir sebagai bentuk pengembangan dari kamus Indonesia–Lampung yang sebelumnya telah disusun dalam format umum. Jika kamus terdahulu lebih banyak memuat kosakata yang dekat dengan aktivitas sehari-hari tanpa pendamping visual, produk baru ini menghadirkan sesuatu yang lebih kaya dan kontekstual. Sebelumnya, tim KKLP Perkamusan dan Istilah juga telah menerbitkan Kamus Budaya Lampung yang berisi kosakata terkait adat istiadat, tradisi, dan kebudayaan daerah. Kamus tersebut memiliki nilai penting sebagai dokumentasi warisan budaya, tetapi penggunaannya masih terbatas pada pembaca yang sudah terbiasa dengan pendekatan teks.
Melihat kebutuhan generasi muda saat ini, khususnya pelajar sekolah dasar dan menengah, kamus bergambar yang diperkuat dengan unsur visual berupa ilustrasi diharapkan dapat lebih menarik dan memudahkan penggunanya. Setiap kosakata tidak hanya disertai arti, tetapi juga digambarkan secara visual agar lebih komunikatif, mudah dipahami, dan menarik untuk dipelajari. Dengan demikian, kamus bergambar ini menjembatani antara fungsi dokumentasi dan fungsi edukasi.
Balai Bahasa Provinsi Lampung menargetkan Kamus Bergambar Bahasa Daerah Lampung ini dapat selesai dalam waktu yang relatif singkat. Setelah penyusunan selesai, produk ini akan segera didistribusikan ke sekolah-sekolah, terutama di tingkat sekolah dasar dan menengah yang menjadi sasaran utama penggunaan kamus tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat membantu para guru dalam mengajarkan bahasa Lampung secara lebih mudah dan menarik sekaligus memicu minat siswa untuk mengenal bahasa daerah mereka melalui media visual yang akrab dengan dunia anak-anak. Tidak hanya itu, kamus bergambar ini juga berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat umum, komunitas budaya, dan lembaga pendidikan nonformal sebagai referensi yang praktis dan menyenangkan.
