Evaluasi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2025
Balai Bahasa Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan Evaluasi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2025 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan FTBI 2025 yang telah diselenggarakan pada Oktober 2025. Kegiatan evaluasi ini berlangsung selama tiga hari, Senin—Rabu, 15—17 Desember 2025, bertempat di BPMP Provinsi Lampung. Pelaksanaan evaluasi bertujuan untuk menilai capaian, efektivitas, serta keberlanjutan program pemertahanan dan revitalisasi bahasa ibu di Provinsi Lampung.
Kegiatan evaluasi diawali dengan sambutan dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Subbagian Umum, Rima Ulfayanti, M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperoleh bahan perbaikan dan penyempurnaan untuk pelaksanaan FTBI pada tahun-tahun selanjutnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat dan melanjutkan kolaborasi dengan berbagai lembaga terkait.”
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, Risna Intiza, S.H., M.H. Ia menegaskan pentingnya kegiatan evaluasi sebagai bagian dari proses penyelenggaraan program. “Acara evaluasi ini menjadi momen penting, bukan hanya mengapresiasi para pemenang, tetapi juga merefleksikan seluruh proses yang telah dilewati,” ujarnya.
Kegiatan evaluasi FTBI 2025 diisi dengan penyampaian refleksi dari berbagai cabang lomba yang diikuti oleh peserta jenjang SD dan SMP, meliputi lomba bernyanyi lagu Lampung, mendongeng, membaca dan menulis aksara Lampung, membaca puisi tradisi, komedi tunggal, berpidato, serta menulis cerita pendek. Setiap cabang lomba dievaluasi untuk melihat capaian pembelajaran, pelaksanaan teknis, serta dampaknya terhadap peserta didik dan sekolah.
Berdasarkan hasil evaluasi, secara umum pelaksanaan FTBI Tahun 2025 berjalan dengan baik dan memperoleh respons positif dari peserta, guru pendamping, serta para pemangku kepentingan. FTBI dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam menggunakan bahasa ibu sekaligus memperluas ruang penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Meski demikian, evaluasi juga mencatat perlunya penguatan pada aspek pembinaan berkelanjutan, peningkatan kapasitas guru pendamping, serta pemerataan akses dan partisipasi sekolah dari berbagai wilayah. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyempurnaan pelaksanaan FTBI pada tahun-tahun mendatang dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pemertahanan dan revitalisasi bahasa daerah di Provinsi Lampung.
Kegiatan Evaluasi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2025 ditutup oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Halimi Hadibrata, M.Pd. Dalam penutupannya, ia menyampaikan pesan penting kepada para guru pendamping dan peserta didik. “Bahasa daerah dapat menjadi pembentuk karakter siswa. Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi Lampung memohon kepada seluruh guru dan lembaga terkait untuk terus berkomitmen dalam mendukung pelestarian bahasa ibu sebagai warisan budaya tak benda yang bernilai luhur dan harus dijaga keberlangsungannya.”
