FTBI Provinsi Lampung 2025 Resmi Dibuka, Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Revitalisasi Bahasa Lampung

Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Lampung 2025 resmi dibuka di BPMP Provinsi Lampung pada Rabu, 22 Oktober 2025. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.S.T.P., M.H. Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) menjadi puncak dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Lampung di bawah naungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang bergengsi bagi para pelajar sekolah dasar dan menengah pertama dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung dalam upaya pelestarian bahasa Lampung.

Pelaksanaan Pembukaan FTBI Provinsi Lampung 2025 dipandu oleh pembawa acara dari Duta Bahasa Provinsi Lampung, Ahmad Abdul Aziz dan Cici Chandra Puspita. Kegiatan diawali dengan penampilan tari helau sesanjung dari Sanggar Helau Production untuk menyambut para tamu undangan. Selain itu, terdapat penampilan tradisi lisan bebandung yang dibawakan dengan sangat apik oleh Binar Maharrani yang merupakan Pemenang I Membaca Puisi Tingkat SD Tahun 2024. Setelah rangkaian penampilan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak-pihak terkait.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Halimi Hadibrata, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa FTBI jenjang SD pada tahun ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 22­­­—24 Oktober 2025, di BPMP Provinsi Lampung dan diikuti oleh 120 peserta siswa sekolah dasar dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. “Festival ini merupakan upaya melestarikan bahasa daerah sesuai dengan makna yang tersirat dalam Trigatra Bangun Bahasa yaitu utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” ujar Bapak Halimi.

Bapak Halimi menambahkan bahwa empat cabang lomba yang digelar, yaitu menyanyi lagu daerah Lampung, membaca puisi tradisi, mendongeng, dan membaca aksara Lampung, merupakan upaya menumbuhkan kembali rasa cinta generasi muda terhadap bahasa dan sastra daerah, khususnya bahasa Lampung, sebagai salah satu jati diri masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai. “Melalui festival ini, kami berharap muncul tunas-tunas muda yang tidak hanya bangga berbahasa daerah Lampung, tetapi juga mampu menjadi duta pelestarian budaya Lampung di masa depan,” terangnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dr. Ganjar Harimansyah, S.S., M.Hum., mengingatkan pentingnya menjaga bahasa daerah di tengah ancaman kepunahan. “Setiap tahun bahasa daerah terancam punah atau mengalami penurunan status. Bahasa Lampung dalam kondisi status rentan dengan indeks vitalitas bahasa 0,72 dengan minimnya tayangan di televisi dan media sosial menggunakan bahasa Lampung. Jika hal ini dibiarkan, 5—10 tahun yang akan datang, bahasa Lampung akan terancam punah,” tegasnya.

Bapak  Ganjar menegaskan bahwa Indonesia perlu bersungguh-sungguh dalam melestarikan bahasa daerah karena Indonesia sangat kaya akan bahasa daerah dengan adanya 718 bahasa daerah, 778 dialek, dan 43 subdialek yang sudah terpetakan oleh Badan Bahasa. “Bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa adalah gentong kebudayaan, tempat unsur-unsur kebudayaan muncul. Kalau bahasa daerah tidak dipelihara, nilai-nilai luhur akan hilang. Wujud kita mensyukuri keberagaman bahasa yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita adalah menggali potensi diri dengan menjaga bahasa daerah,” ujarnya.

Dr. Ganjar Harimansyah, S.S., M.Hum. menutup sambutannya dengan harapan pemerintah daerah lebih aktif mengambil peran. “Kami berharap RBD atau FTBI pada tahun mendatang dapat dikoordinasikan oleh pemerintah daerah. Jangan ragu untuk mendukung RBD karena teknis dan regulasinya sudah lengkap dan kuat mengenai upaya pengembangan dan pelindungan bahasa di Provinsi Lampung,” ujarnya. “Tanpa kolaborasi dan sinergitas, pelestarian bahasa daerah tidak akan terwujud.”

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.S.T.P., M.H., menyampaikan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu dapat dijadikan media untuk menyosialisasikan hasil pembelajaran bahasa daerah  dalam kegiatan  revitalisasi  kepada  masyarakat  luas. Selain itu, penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dapat dijadikan sebagai stimulus dan penggerak kepedulian masyarakat terhadap pelestarian bahasa Lampung. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas Balai Bahasa Provinsi Lampung, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian  Pendidikan Dasar dan Menengah.  Hal  ini  kami anggap sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah dalam upaya melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Lampung.”

Bapak Thomas Amirico juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh upaya pelestarian bahasa daerah dengan menerbitkan surat edaran wajib berbahasa Lampung di semua sekolah menengah atas pada setiap hari Kamis. “Pemerintah daerah sudah membuat tim pelestarian bahasa daerah yang diperkuat dengan Peraturan Gubernur. Pembiasaan berbahasa Lampung pada setiap hari Kamis akan dilanjutkan pada jenjang SD dan SMP,” tuturnya.

Setelah sambutan dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, acara dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda bahwa FTBI Provinsi Lampung 2025 resmi dibuka.

Setelah pembukaan kegiatan secara resmi, Aula BPMP Provinsi Lampung kembali dimeriahkan dengan penampilan mendongeng dalam bahasa Lampung yang ditampilkan oleh Raihan Abdullah Rafif. Raihan merupakan Pemenang I Mendongeng Tingkat SD Tahun 2023. Setelah itu, kegiatan pun dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas juri sebagai bentuk komitmen untuk melaksanakan kegiatan  secara transparan, jujur, objektif, akuntabel, serta bebas dari konflik kepentingan.

Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melestarikan bahasa daerah. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen Balai Bahasa Provinsi Lampung dalam melestarikan bahasa Lampung sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya di Provinsi Lampung. Melalui festival ini, kita berharap generasi muda semakin mencintai, memahami, dan bangga menggunakan bahasa daerahnya.

 

#FTBI #Festivaltunasbahasaibu #FTBILampung

 

Kirim pesan
1
Butuh bantuan?
Layanan Balai Bahasa Provinsi Lampung
Halo, Selamat datang di layanan Balai Bahasa Provinsi Lampung! (Waktu layanan Senin--Jumat pukul 09.00--15.00)