Lampung Literature Presentasikan Program Menulisi Lampung dalam Evaluasi Pelaksanaan Fasilitasi Komunitas Sastra Tahun 2025
Pada Rabu, 26 November 2025, Lampung Literature yang diwakili oleh Daniel Hadi mempresentasikan hasil program Menulisi Lampung. Menulisi Lampung merupakan sayembara novela berbasis sejarah dan budaya Lampung yang digagas oleh komunitas sastra Lampung Literature. Presentasi ini dilakukan di depan para pakar di bidang sastra, yaitu Ibnu Wahyudi, Melanie Budianta, dan Cecep Syamsul Hari, dalam kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Fasilitasi Komunitas Sastra Tahun 2025 di Hotel Swiss-Belinn Kemayoran yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Latar belakang pelaksanaan program Menulisi Lampung: Sayembara Novela Berbasis Sejarah & Budaya Lampung adalah belum akrab/dikenalnya karya sastra berbentuk novela di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda di Provinsi Lampung. Novela yang konsep isinya tidak seringkas cerpen, tetapi juga tidak sepanjang novel pun dianggap sesuai dengan kebutuhan generasi muda saat ini yang cenderung mudah bosan saat membaca karya sastra yang terlalu pendek dan terlalu panjang. Berangkat dari latar belakang tersebut, Lampung Literature menggagas program Menulisi Lampung agar masyarakat, khusus generasi muda, semakin tertarik dan mengenal karya sastra berbentuk novela.
Program Menulisi Lampung: Sayembara Novela Berbasis Sejarah dan Budaya Lampung dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu Sayembara Calon Penulis, Workshop dan Konsinyasi, serta Diskusi dan Launching Novela.
Pada tahap pertama, Lampung Literature melakukan panggilan terbuka/open call pada calon penulis untuk kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum. Pada tahap ini ada 43 peserta yang mendaftar dan mengumpulkan karya. Setelah karya peserta dikurasi oleh tim penilai, terpilih 8 penulis yang dapat mengikuti tahap selanjutnya.
Di tahap kedua, Lampung Literature melaksanakan Workshop dan Konsinyasi untuk meningkatkan pemahaman dan kemahiran para peserta terpilih dalam membuat karya sastra. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari dengan lima narasumber berbeda. Narasumber yang memberikan pelatihan merupakan sastrawan ternama Lampung yang telah memiliki pengalaman profesional di bidang penulisan novela, yaitu Niduparas Eriang, Raudal Tanjung Banua, Ari Pahala Hutabarat, M. Arman AZ, dan Iswadi Pratama. Setelah mendapat pelatihan, para peserta diberi waktu dua bulan untuk merevisi dan menyelesaikan novela mereka.
Di tahap ketiga, Lampung Literature melaksanakan kegiatan Perjamuan Prosa: Diskusi dan Launching Novela. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2025 ini berisi sosialisasi delapan karya novela yang dibuat oleh para peserta terpilih, diskusi karya, dan pertunjukan musikalisasi puisi. Kegiatan ini dilaksanakan secara terbuka dan dihadiri oleh para generasi muda (gen Z), seniman, anggota komunitas sastra, anggota komunitas seni kampus, dan para pemerhati seni.
Melalui program ini, lahir delapan judul novela dari para penulis muda di Provinsi Lampung. Delapan novela tersebut adalah Kereta Radin Bungsu karya Aisyah, Cepala karya Hazizi, Hujung Langit karya Mada Elliana, Di Batas 40 karya Minarno, Pulau Daging karya Naomi Ambar Wulan, Kayu Hujan karya Novian Pratama, Nisan Luka karya Selsa Alfira, dan Rumah Tua di Repong Damar karya Triamiyati. Novela-novela ini diharapkan dapat menambah khazanah kesusastraan di Provinsi Lampung dan menjadi gerbang bagi generasi muda Lampung untuk lebih akrab dan mengenal karya sastra novela.
