Mereka Menunggu Dicetaknya Kamus Bergambar
Tim Perkamusan dan Peristilahan Balai Bahasa Provinsi Lampung pada tahun 2025 ini telah Menyusun Kamus Bergambar Bahasa Lampung (Dialek A)-Indonesia. Dalam kamus tersebut terdapat sekitar lima ratus kosakata yang dikelompokkan berdasarkan tema tertentu, seperti anggota tubuh, hewan, tumbuhan, profesi, aktivitas, kata sifat, peristiwa alam, angka, dan warna. Kamus tersebut memiliki gambar yang mewakili setiap kosakata yang ditampilkan. Selain itu, kamus juga dilengkapi dengan aksara Lampung. Kamus Bergambar ini nantinya diharapkan dapat menjadi buku penunjang pembelajaran Bahasa Lampung, khususnya dingkat pendidikan dasar.
Sebelum resmi dipublikasikan, kamus tersebut diuji keterbacaannya kepada sejumlah siswa SD. Kegiatan Uji Keterbacaan Kamus Bergambar dilaksanakan pada 12—13 November 2025 di SD Qur’an Indonesia Kalianda dan SD Aisyiah Kalianda. Sampel uji keterbacaan pada setiap sekolah berjumlah tiga puluh siswa.
Saat kegiatan, seluruh peserta diberi kesempatan untuk membaca Kamus Bergambar Bahasa Lampung (Dialek A)-Indonesia. Dari pancaran wajah dan reaksi saat pertama kali melihat dan membuka-buka Kamus tersebut terlihat bahwa mereka sangat antusias untuk membacanya.
Setelah membaca kamus, para siswa tersebut diberikan sejumlah pertanyaan tertulis terkait kesesuaian isi dan bahasa, visualisasi dan tata letak, aksara, keterlibatan dan minat, serta refleksi keterbacaan.
Berdasarkan analisis sepintas dapat diketahui bahwa hampir semua peserta menyukai kamus tersebut. Mereka sangat senang karena Kamus Bergambar tersebut disajikan dengan gambar yang menarik dan dilengkapi dengan aksara Lampung.
Kepala SD Qur’an Indonesia Kalianda dan SD Aisyiah Kalianda juga menyampaikan antusiasme mereka terhadap kegiatan Uji Keterbacaan tersebut. Mereka juga berharap Kamus Bergambar itu dapat segera dicetak dan menjadi pemerkaya koleksi perpustakaan sekolah mereka.
“Semoga setelah kegiatan ini, kami juga diberi versi cetak Kamus ini karena anak-anak terlihat sangat antusias membacanya,” ujar Pak Isa, Wakil Kepala SD Qur’an Indonesia Kalianda.
